We use technologies like cookies to store and/or access device information. We do this to improve browsing experience and to show personalized ads. Consenting to these technologies will allow us to process data such as browsing behavior or unique IDs on this site. Not consenting or withdrawing consent, may adversely affect certain features and functions.
The technical storage or access is strictly necessary for the legitimate purpose of enabling the use of a specific service explicitly requested by the subscriber or user, or for the sole purpose of carrying out the transmission of a communication over an electronic communications network.
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
The technical storage or access that is used exclusively for statistical purposes.
The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
The technical storage or access is required to create user profiles to send advertising, or to track the user on a website or across several websites for similar marketing purposes.
Makasih mbak atas sharingnya, bisa jadi bekal buatku saat anak tumbuh lebih besar nanti.
Yang poin terakhir, memberi apresiasi anak, itu kayaknya kebanyakan orang sering lupa ya hehe..
Semoga kita tidak tergolong dari yang kebanyakan itu ya mba. hehehee
Terima kasih ya mba sudah berkomentar..
Masa perkembangan anak harus diisi dengan berbagai kegiatan eksplorasi. Hal ini bertujuan agar anak bisa mencari bidang yang menjadi minat dan membantu orang tua agar bisa membimbing anak. Jangan batasi kegiatan anak hanya karena alasan sepele seperti kuman, dll. Justru tugas orang tualah yang melindungi. Terima kasih atas ilmunya 😊
Sepakat mba, saya sangat setuju dengan pendapat mba Ria.
Terima kasih ya mba, semoga kita bisa menjadi orang tua yang sepenuhnya mendukung mengembangkan bakat dan minat anak.
Bagus sekali tipsnya bund. Memang terkadang masih banyak orang tua yang kurang memahami potensi anaknya. Hal ini karena terkadang kurangnya pengetahuan orang tua sehingga anak tidak diberikan ruang yang bebas untuk menunjukkan potensinya.
Atas keresahan itulah saya mulai menulis secara digital dan menjadi seorang blogger. Dengan harapan bisa mengedukasi para orang tua untuk mendukung segala aktivitas anak yang positif.
Terima kasih ya mba sudah berkomentar 🙂
Senang sekali dengan tulisan seputar parenting yang menguatkan kita semua terutama para Bunda untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dilengkapi dengan cara-cara yang bisa dilakukan. Yang penting dari semua itu adalah mmeberikan stimulasi untuk semua aktivitas positif pada anak dan biarkan anak yang menunjukkan minatnya, tanpa menggegas atau menghalangi.
Benar mba, sebagai orang tua wajib mendukung minat dan ketertarikan anak terhadap sesuatu selama kegiatan tersebut positif.
Saya suka artikelnya, tulisannya lengkap & sangat detail..
Oiya sya menelaah tentang tips2 cara menggali potensi anak2 di usia dini, sya sependapat bahwa anak2 punya minat & kita harus dukung, nah terkadang ada nih sebuah kondisi si anak justru merasa bosan dg kesukaan dia sendiri.. bagaimana cara mengatasinya & apakah kita tetap perlu mendukung hoby anak sebelumnya yg mulai dia tinggali?
Trimakasih telah berbagi informasinya
Walaupun saya tidak paham ‘Konteks Bosan” si anak, namun saran saya; bisa kakak diskusi terbuka apa yang membuatnya bosan. Karena ada kasus si anak bosan dengan suasana dan tempat ia beraktifitas, coba sesekali bawa ia ke tempat dan suasana baru.
Terima kasih ya kak untuk komentar positifnya 🙂
diawali dengan mengamati ya kak, memberikan ragam kegiatan ini juga tidak mudah ya kak, perlu banyak diskusi dengan anak-anak, terima kasih tipsnya, lengkap sekali
Terima kasih kembali mba!
peran orang tua ternyata sangat penting dalam menemukan dan memahami minat bakat anak, agar si anak yakin dengan potensi yang dimilikinya
Karena orang tua merupakan sekolah pertama bagi sang anak, jadi sudah seharusnya para orang tua belajar dan memahami konsep pendidikan anak usia dini lebih lanjut. Thanks ya kak buat komentarnya..
Thank yaa kak sudah sharing. Ini berguna banget buat nanti ketika aku punya anak. Memang harus adanya dukungan dari orang tua dalam megembangkan minat dan bakat anak. Agar anak bisa tumbuh dengan baik, dan masa kembangnya diisi dengan banyak kegiatan eksplor
Sudah seharusnya mba para orang tua di Indonesia mendukung serta mengembangkan minat & bakat anak sesuai potensinya melalui stimulasi yang tepat. Terima kasih ya kak komentarnya 🙂
Sebuah tulisan yang sangat menarik dan harus bisa dijalankan dunia nyata, karena pada fakta lapangan masih banyak orang tua yang memaksakan kehendaknya tanpa mencoba mencari tahu di mana potensi anak itu sesungguhnya. Semoga dengan adanya tulisan ini, banyak orang tua tersadarkan untuk lebih mendukung anaknya dalam berekspolaris, mencari, mengembangkan minat dan bakat mereka ^^
Aamien., saya sependapat kak!
Masih banyak orang tua yang belum paham bagaimana melihat minat dan potensi anak dari aktifitas sehari-hari dirumah. Terimakasih ya kak buat komentar nya..
Saya masih 19 tahun dan merasa sangat terbantu dengan adanya artikel seperti ini. Terimakasih mba, telah berbagi ilmu yang sangat bermanfaat.
Wahh 19 Tahun? Anggap saja mba sedang bekali diri menuju pernikahan. Semangat ya..
Coba baca juga > https://anggrianovita.com/orangtua-harus-belajar-ilmu-parenting/ Semoga bisa bermanfaat buat mba Salma 🙂
Sekedar meluruskan, memang semenjak era pandemi keadaan ekonomi disemua lini tidak baik-baik saja. Namun bukan berarti perhatian dan pendidikan anak terlantarkan begitu saja. Dalam kasus pendidikan anak usia dini, ada banyak cara yang bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya. Contohnya: dengan mengajak anak bermain di taman terbuka atau sekedar bermain di halaman depan rumah. Intinya, biarkan anak bereksplorasi dengan bebas (tetap dalam pantauan) lingkungan sekitarnya.
btw, Terima kasih mba sudah berkomentar 🙂