Peran Orang Tua dalam Perkembangan Kognitif Anak

3 min read

Peran Orang Tua dalam Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Blog Edukasi PAUD – Tidak dipungkiri lagi bahwa, pentingnya pengaruh dan peran orang tua dalam perkembangan kognitif pada anak usia dini. Fase usia 1-6 tahun, yang sangat perlu mendapatkan perhatian lebih dari orang tuanya.

Masa tersebut merupakan fase “golden age” dari seorang anak. Dimana pada fase itu, pembentukan pengetahuan, karakter, serta cita-cita dapat distimulus sejak dini.

Peran Orang Tua dalam Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Sebagai orang tua tentu saja menginginkan anak-anak yang mampu bertumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap orang tua mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar dalam membersamai tumbuh-kembang sang anak.

Peranan orang tua dalam pendidikan anak usia dini tidaklah hanya berperan sebagai pengasuh saja, akan tetapi juga mampu berperan sebagai pendidik yang selalu belajar agar dapat mendampingi tumbuh-kembang si buah hati.

Foto Ilustrasi dari iStock

Sebenarnya peran orang tua telah dimulai sejak anak masih di dalam kandungan. Oleh karena itu, anak-anak membutuhkan beragam peranan orang tua dalam membantu menstimulus aspek-aspek perkembangan anak usia dini seperti (moral dan agama, fisik-motorik, bahasa, kognitif, sosial emosional, dan seni).

Apa Saja Peran Orang Tua dalam Perkembangan Kognitif Anak?

Dalam tulisan kali ini, saya akan membahas secara mendalam. Bagaimana satu aspek perkembangan seorang anak, yaitu kognitif. Biasa disebut dengan istilah “pengetahuan”. Teori perkembangan kognitif, dicetus pertama kali oleh seorang ahli bernama Jean Piaget. Ia menjelaskan tentang bagaimana cara manusia berpikir, belajar, dan memahami sesuatu.

Baca Juga : Klasifikasi Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini

Menurutnya, kecerdasan manusia juga merupakan proses mental untuk memperoleh pengetahuan. Pengetahuan-pengetahuan anak dibentuk melalui stimulasi, yang mengacu ia berpikir seperti : bermain tebak-tebakan, membaca buku cerita, dan lain-lain.

Berikut ada beberapa Tips dan Rekomendasi dari saya untuk peran orang tua dalam mendampingi perkembangan anak usia dini pada aspek kognitif.

Peran Orang Tua dalam Perkembangan Kognitif Sebagai Observer

Anak usia dini adalah individu yang unik, bertumbuh, dan berkembang. Karena itu lah, mengapa para orang tua harus belajar ilmu parenting, sebab tugas utama yang penting untuk orang tua lakukan adalah mengamati setiap pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini, baik secara fisik maupun psikis.

Terkadang ada banyak sekali hambatan yang tidak terdeteksi oleh orang tua pada masa-masa golden age. Sehingga yang terjadi adalah masalah seperti anak mengalami GTM (gerakan tutup mulut alias tidak mau makan), keterlambatan dalam berbicara (speech delay), sulitnya bersosialisasi dengan orang lain, dan masih banyak masalah lainnya.

Peran Orang Tua dalam Perkembangan Kognitif Sebagai Observer
Foto Ilustrasi dari iStock

Hal tersebut terjadi karena keterbatasan orang tua, dalam mengamati hambatan-hambatan sang anak. Untuk menghindari hal-hal tersebut, orang tua harus mampu berperan sebagai observer. Saat anak mengalami GTM (gerakan tutup mulut), orang tua harus segera berpikir dan mencari tahu faktor apa saja yang menyebabkan sang anak tidak mau makan. 

Biasanya kasus itu terjadi, karena rasa dan tekstur makanan atau anak tidak mendapatkan pengalaman makan menyenangkan. Segera ketahui masalahnya dan cobalah berbagai alternatif untuk memperbaiki keadaan tersebut.

Peran Orang Tua Sebagai Motivator

Sebagai orang tua tentu saja harus mempunyai banyak cara untuk menumbuhkan semangat belajar pada anak. Salah satunya adalah dengan cara memberikan motivasi. Motivasi sederhana yang bisa orang tua lakukan yaitu dengan cara mengajak anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat memancing daya tarik anak untuk melakukan eksplorasi setiap hari. 

Saat anak mulai mencoba dan selesai berkegiatan, berikan apresiasi dalam bentuk ucapan seperti “Nak, terima kasih ya karena sudah berusaha”. Maka si anak akan merasa aktivitasnya dihargai, dan ia pun makin semangat untuk eksplorasi aktivitasnya lebih lanjut.

Peran Orang Tua dalam Perkembangan Kognitif Sebagai Fasilitator

Peranan orang tua dalam pendidikan anak, tak kalah pentingnya adalah sebagai fasilitator. Nah, ini tugas orang tua untuk memenuhi segala kebutuhan anak termasuk kebutuhan belajar. Untuk memenuhi kebutuhan belajar, orang tua juga dapat memfasilitasi alat-alat belajar di rumah seperti alat-alat tulis, buku cerita, dan APE (Alat Peraga Edukatif) yang bervariasi.

Selain memfasilitasi kebutuhan anak, orang tua juga harus ikut andil mendampingi anak saat belajar dan memberi kesempatan pada anak untuk melakukan kegiatan secara mandiri dan menyenangkan.

Peran Orang Tua dalam Perkembangan Kognitif Sebagai Fasilitator
Foto Ilustrasi dari iStock

Orang tua hanya akan membantu saat anak benar-benar membutuhkan bantuan atau mengalami hambatan yang tidak mampu ia atasi sendiri.

Misalnya, saat anak lupa bagaimana cara menggunakan alat peraga edukatif (APE) berhitung. Maka para orang tua boleh memberikan bantuan pada anak, mempresentasikan cara menggunakan APE dan memberikan tips khusus di ingat oleh anak.

Peran Orang Tua Sebagai Sekolah Pertama

Istilah orang tua sebagai madrasah (sekolah) pertama sudah tidak asing lagi, karena ilmu pertama yang anak dapatkan tentu saja berasal dari orang tua yang mengasuhnya. Artinya orang tua adalah sebuah tempat untuk anak-anak dalam memperoleh berbagai sumber informasi dan pengetahuan.

Bentuk stimulus pengembangan kognitif anak usia dini yang bisa orang tua lakukan adalah dengan cara mempersiapkan area-area pembelajaran yang mampu mengasah minat dan bakat sang anak melalui kegiatan bermain.

Baca Juga : Metode Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini

Selain itu, luangkan waktu untuk melakukan kegiatan tersebut secara menyenangkan bersama anak. Misalnya, mengajak anak bermain peran sebagai profesi dokter dan pasien.

Peran Orang Tua dalam Perkembangan Kognitif Sebagai Sekolah Pertama
Foto Ilustrasi dari iStock

Kegiatan bermain peran ini baik untuk mengasah kemampuan berpikir sang anak. Anak akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang profesi dokter yang bertugas membantu mengobati orang-orang yang sedang sakit.

Selain itu, anak akan mengetahui bagaimana cara menangani pasien yang sedang sakit. Semakin banyak pengetahuan yang diberikan kepada anak, semakin besar peluang anak menambah pengetahuannya.

Peran Orang Tua dalam Perkembangan Kognitif Sebagai Problem Solver

Orang tua berperan sebagai problem solver, untuk mengatasi hambatan-hambatan yang sedang dialami si anak. Seperti masalah kesulitan dalam belajar atau proses belajarnya. Saat anak mengalami kesulitan dalam belajar, temukan penyebabnya apakah karena sulit berkonsentrasi atau karena hal lain.

Selanjutnya bantu anak tersebut untuk melewati permasalahannya dengan latihan-latihan khusus yang bersifat intens. Semakin cepat orang tua mengetahui hambatan sang anak, maka semakin besar peluang membantu anak untuk menghilangkan hambatan-hambatan tersebut.

Akhir Kata..

Demikian tulisan saya mengenai peran orang tua dalam mendampingi perkembangan kognitif anak usia dini. Semoga tulisan ini bisa menjadi tambahan referensi dalam menemani proses tumbuh-kembang anak-anak di Indonesia.

Semoga bermanfaat..

4 Replies to “Peran Orang Tua dalam Perkembangan Kognitif Anak”

  1. Whoaaa nice article! Jadi lebih tau tentang peran orang tua pada masa golden age anak. Menjadi orang tua emang ada tantangan tersendiri yaa, keren sih buat para ibu! Semoga bisa ku terapkan kalau sudah menikah dan memiliki anak. Thanks yaa kak sudah sharing

  2. Bagus kak informasi nya, jadi sangat penting betul kalau orang tua baik ayah dan ibu itu menjadi motivator dalam kehidupan nya, bukan hanya menganggap anak semata.

    Intinya ibu dan ayah harus paham betul apa yang dibutuhkan dan di inginkan anak tersebut, tanpa melewati batasan.

Comments are closed.

Maaf, fitur klik kanan tidak tersedia!