Anggria Novita, M.Pd Seorang alumni FITK PIAUD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, juga aktif sebagai dosen dan Penulis Pendidikan Anak Usia Dini.

Klasifikasi Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini

3 min read

Klasifikasi Pengembangan Kognitif Anak

AnggriaNovita.com – Para ahli psikologi berpendapat bahwa, klasifikasi pengembangan kognitif pada anak usia dini secara bertahap. Terjadi mulai sejak dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia. Pada setiap fase, manusia tidak hanya tumbuh fisiknya saja melainkan juga dari psikologis, dan intelegensinya.

Advertisements
Shopee Indonesia - Belanja Semua Kebutuhanmu Bisa Bayar di Tempat

Intelegensi merupakan peran penting dalam kehidupan, sehingga perlu mendapatkan stimulus sejak dini. Dalam aspek kognitif, terdapat beberapa bidang yang harus dikembangkan untuk memaksimalkan potensial anak usia dini.

Bidang pengembangan tersebut, sebagai pijakan orang tua dalam menstimulasi aspek-aspek perkembangan anak pada masa usia golden age sang anak.

Klasifikasi Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini

Hal ini tentu saja sangat membantu orang tua, untuk memeriksa pengembangan kognitif apa saja yang belum mendapatkan stimulus yang optimal. Oleh karena, kita kenali terlebih dahulu apa saja yang menjadi tugas pada bidang pengembangan aspek kognitif anak usia dini.

Klasifikasi Pengembangan Kognitif pada Anak Usia Dini
Foto Ilustrasi dari iStock

Dalam bukunya Susanto yang berjudul “Perkembangan Anak Usia Dini”, ada 7 bidang klasifikasi pengembangan kognitif anak usia dini. Berikut penjabarannya lebih lanjut :

7 (Tujuh) Klasifikasi Pengembangan Kognitif Anak

Pengembangan Auditory

Auditory merupakan kemampuan yang berhubungan dengan indera pendengaran atau bunyi. Banyak hal yang bisa orang tua lakukan dalam menstimulus pengembangan auditory pada anak seperti mengenalkan macam-macam jenis suara manusia, hewan, alat musik, benda-benda yang berdenting (misalnya kaleng, lonceng), dan sebagainya.

Sederhananya, saat berinteraksi dengan anak juga sebenarnya sedang menstimulus pendengaran sang anak. Anak akan belajar mengenali karakter suara yang berbeda-beda seperti suara ibu, ayah, kakek, nenek, dan lain-lain. Apabila orang tua sering mengajak anak mengobrol, maka semakin mudah anak mengenali suara orang tuanya.

klasifikasi pengembangan auditory anak
Foto Ilustrasi dari iStock

Selanjutnya, kenalkan juga suara hewan yang ada di lingkungan sekitar. Misalnya, saat mendengar suara burung yang berkicau di pagi hari. Katakanlah pada anak bahwa yang berkicau itu adalah suara burung, sembari menunjuk ke arah burung yang sedang hinggap di pohon.

Cara ini sangat bagus dilakukan untuk menstimulus pendengaran sang anak. Ketika anak mulai mengenal macam-macam suara hewan seperti (burung, kucing, dan ayam). Ajaklah anak untuk mengembangkan kemampuan pendengarannya dengan cara meminta anak untuk menirukan suara hewan tersebut.

Klasifikasi Pengembangan Kognitif Anak pada Visual

Melansir dari Wikipedia, visual adalah kemampuan yang menggunakan indera penglihatan. Mengembangkan visual berarti memberi kesempatan pada anak untuk mengamati, memperhatikan, menanggapi, dan mempersepsikan sesuatu hal dari lingkungan sekitar.

Ide yang bisa orang tua aplikasikan adalah dengan menunjukkan berbagai macam benda yang familiar dengan anak. Sebaiknya diawali dengan mengenalkan nama-nama benda yang ada di sekitar anak. Misalnya, saat anak mulai MPASI (biasanya berusia enam bulan), orang tua bisa mengenalkan makanan secara langsung beserta peralatan makan yang digunakan.

Beri kesempatan pada anak untuk melihat langsung dengan menyentuh apa saja peralatan makan yang ia gunakan sembari membantu menyebutkan nama alat makannya seperti (piring, mangkuk, cangkir, atau sendok).

pengembangan visual anak usia dini
Foto Ilustrasi dari iStock

Dengan memberikan kesempatan pada anak untuk menyentuh peralatan makan tersebut, tentu saja akan terbentuk pengetahuan tentang perbedaan peralatan makan beserta fungsinya.

Hal ini akan menjadi pengetahuan yang nantinya ketika anak mulai mampu berbicara, ia juga akan mampu mendeskripsikan suatu benda berdasarkan pengalaman yang ia dapatkan dari orang tua.

Pengembangan Taktik

Taktik adalah kemampuan yang berhubungan dengan indera peraba atau tekstur. Ajaklah anak anda untuk lebih sering menyentuh benda-benda yang ada di lingkungan sekitarnya seperti kertas, daun, rumput, air, pasir, ampas kelapa, dan lain-lain. Hal ini sangat baik untuk menstimulus perkembangan indera perabanya.

Sebelumnya, orang tua juga harus memastikan bahwa benda tersebut aman dan tidak membahayakan bagi sang anak. Selanjutnya, pengembangan taktik dapat dilakukan dengan ide bermain yang menyenangkan.

Saat anak mulai mengenal berbagai macam tekstur, misalnya tampilkan dua buah benda yang berbeda seperti kain tebal dan kain tipis. Mintalah sang anak untuk menyentuh dan mendeskripsikan tekstur jenis kain tersebut.

Pengembangan Kinestetik

Kinestetik merupakan salah satu dari 9 (sembilan) kecerdasan majemuk yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengembangan kinestetik pada anak usia dini, berkaitan dengan kelancaran gerak tangan atau motorik halus yang mempengaruhi perkembangan kognitif.

pengembangan kinestetik anak usia dini
Foto Ilustrasi dari iStock

Kegiatan sederhana yang dapat orang tua lakukan untuk menstimulus gerak tangan misalnya dengan memberikan kesempatan pada anak untuk meremas kertas atau menuang air dari satu wadah ke wadah yang lain. Tujuannya adalah untuk melatih konsentrasi anak dalam melancarkan gerak tangan.

Selain itu, ide bermain dalam mengembangkan kemampuan kinestetik adalah dengan mengajak anak untuk melakukan kegiatan melipat kertas origami sesuai bentuk yang dinginkan, meronce gelang tangan, menggambar hewan berkaki empat, mewarnai mobil, menggunting potongan gambar, dan bereksperimen membuat jus jeruk.

Klasifikasi Pengembangan Kognitif Anak Pada Aritmetika

Aritmetika merupakan kemampuan yang diarahkan untuk penguasaan konsep berhitung permulaan. Mengenalkan konsep berhitung pada anak usia dini bisa dimulai dengan mengumpulkan dan mendeskripsikan benda-benda yang ada di sekitar anak seperti mobil-mobilan, lego, balok, dan lain-lain.

Kemampuan berhitung tidak melulu mengenalkan angka 1-10 dengan cara bernyanyi terlebih dahulu, orang tua bisa mengajak anak untuk memahami konsep membilang angka.

klasifikasi pengembangan aritmetika anak
Foto Ilustrasi dari iStock

Disini lah dibutuhkan satu peran orang tua dalam perkembangan kognitif dengan menunjukkan jumlah benda yang bisa dilihat dan disentuh oleh anak. Misalnya mengajak anak untuk menyusun dan menghitung jumlah lego tersebut.

Baca Juga : Peran Orang Tua dalam Perkembangan Kognitif Anak

Saat anak bermain lego, bantulah anak mengenal warna-warna yang ada pada lego tersebut, kemudian minta anak untuk mengelompokkan lego berdasarkan jenis warna dan ukuran. Hal ini merupakan alternatif untuk mengembangkan kemampuan aritmetika pada anak usia dini secara nyata.

Pengembangan Geometri

Geometri adalah kemampuan yang berhubungan dengan konsep bentuk dan ukuran. Orang tua dapat mengenalkan macam-macam bentuk dan ukuran melalui benda-benda konkret. Misalnya untuk mengenalkan bentuk lingkaran, orang tua bisa menunjukkan bentuk lingkaran tersebut melalui bola, roda, dan lain-lain.

Siapkan ukuran yang berbeda saat menunjukkan sebuah benda. Tujuannya adalah agar anak melihat langsung perbedaan ukuran dari sebuah benda. Cara tersebut membantu anak memahami konsep besar dan kecil.

klasifikasi pengembangan geometri anak
Foto Ilustrasi dari iStock

Mengenalkan geometri pada anak usia dini akan menghantar anak untuk memahami konsep matematika lebih lanjut. Selain itu, manfaatnya adalah untuk melatih koordinasi antara mata dengan tangan sang anak agar dapat berkonsentrasi dengan baik dalam belajar.

Pengembangan Sains Permulaan

Sains merupakan kemampuan yang berhubungan dengan berbagai percobaan atau eksperimen. Ada banyak kegiatan yang bisa orang tua lakukan untuk menstimulasi kemampuan sains pada anak usia dini secara berkesinambungan.

Contoh kegiatannya adalah mengajak anak-anak untuk bereksperimen membuat gelembung udara dari air sabun. Eksperimen tersebut tentu saja menarik perhatian anak, karena biasanya anak-anak sangat menyukai kegiatan yang menakjubkan dan menggembirakan.

Penutup

Kesimpulannya, klasifikasi yang saya maksud disini adalah untuk memudahkan para tenaga pendidik dan orang tua dalam memberikan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada anak usia dini. Sehingga para pendidik dan orang tua bisa memantau bagaimana perkembangan klasifikasi pengembangan kognitif anak usia dini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Advertisements
Shopee Indonesia
Anggria Novita, M.Pd
Anggria Novita, M.Pd Seorang alumni FITK PIAUD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, juga aktif sebagai dosen dan Penulis Pendidikan Anak Usia Dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Maaf, fitur klik kanan tidak tersedia!